Cari Blog Ini

Selasa, 16 Maret 2010

DETIK - DETIK KELAHIRAN PRAMUKA


Latar Belakang Lahirnya Gerakan Pramuka
Gerakan Pramuka lahir pada tahun 1961, jadi kalau akan menyimak latar belakang lahirnya Gerakan Pramuka, orang perlu mengkaji keadaan, kejadian dan peristiwa pada sekitar tahun 1960.
Dari ungkapan yang telah dipaparkan di depan kita lihat bahwa jumlah perkumpulan kepramukaan di Indonesia waktu itu sangat banyak. Jumlah itu tidak sepandan dengan jumlah seluruh anggota perkumpulan itu.
Peraturan yang timbul pada masa perintisan ini adalah Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960, tanggal 3 Desember 1960 tentang rencana pembangunan Nasional Semesta Berencana. Dalam ketetapan ini dapat ditemukan Pasal 330. C. yang menyatakan bahwa dasar pendidikan di bidang kepanduan adalah Pancasila. Seterusnya penertiban tentang kepanduan (Pasal 741) dan pendidikan kepanduan supaya diintensifkan dan menyetujui rencana Pemerintah untuk mendirikan Pramuka (Pasal 349 Ayat 30). Kemudian kepanduan supaya dibebaskan dari sisa-sisa Lord Baden Powellisme (Lampiran C Ayat 8).
Ketetapan itu memberi kewajiban agar Pemerintah melaksanakannya. Karena itulah Pesiden/Mandataris MPRS pada 9 Maret 1961 mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepramukaan Indonesia, bertempat di Istana Negara. Hari Kamis malam itulah Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka. Presiden juga menunjuk panitia yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof. Prijono, Menteri Pertanian Dr.A. Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Panitia ini tentulah perlu sesuatu pengesahan. Dan kemudian terbitlah Keputusan Presiden RI No.112 Tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dengan susunan keanggotaan seperti yang disebut oleh Presiden pada tanggal 9 Maret 1961. Ada perbedaan sebutan atau tugas panitia antara pidato Presiden dengan Keputusan Presiden itu. Masih dalam bulan April itu juga, keluarlah Keputusan Presiden RI Nomor 121 Tahun 1961 tanggal 11 April 1961 tentang Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Anggota Panitia ini terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Prof. Prijono, Dr. A. Azis Saleh, Achmadi dan Muljadi Djojo Martono (Menteri Sosial). Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran Keputusan Presiden R.I Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka.

Kelahiran Gerakan Pramuka
Gerakan Pramuka ditandai dengan serangkaian peristiwa yang saling berkaitan yaitu 1. Pidato Presiden/Mandataris MPRS dihadapan para tokoh dan pimpinan yang mewakili organisasi kepanduan yang terdapat di Indonesia pada tanggal 9 Maret 1961 di Istana Negara. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI TUNAS GERAKAN PRAMUKA
· Diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961, tentang Gerakan Pramuka yang menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia, serta mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan pedoman, petunjuk dan pegangan bagi para pengelola Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya. Tanggal 20 Mei adalah; Hari Kebangkitan Nasional, namun bagi Gerakan Pramuka memiliki arti khusus dan merupakan tonggak sejarah untuk pendidikan di lingkungan ke tiga. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PERMULAAN TAHUN KERJA.
· Pernyataan para wakil organisasi kepanduan di Indonesia yang dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka, dilakukan di Istana Olahraga Senayan pada tanggal 30 Juli 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI IKRAR GERAKAN PRAMUKA.
2. Pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, diikuti defile Pramuka untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang didahului dengan penganugerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka, dan kesemuanya ini terjadi pada tanggal pada tanggal 14 Agustus 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PRAMUKA.

BAPAK PANDU INDONESIA


SIAPAKAH BELIAU ?
Sri Sultan Hamengkubuwono IX ( Sompilan Ngasem, Yogyakarta, 12 April 1912 -
Washington, DC, AS, 1 Oktober 1988 ) adalah seorang Raja Kasultanan Yogyakarta
dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Beliau juga Wakil Presiden Indonesia
yang kedua antara tahun 1973-1978. Beliau juga dikenal sebagai Bapak Pramuka
Indonesia, dan pernah menjabat sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.
Biografi
Lahir di Yogyakarta dengan nama GRM Dorojatun pada 12 April 1912, HamengkubuwonoIX adalah putra dari Sri Sultan Hamengkubuwono VIII dan Raden Ajeng Kustilah. Diumur 4 tahun Hamengkubuwono IX tinggal pisah dari keluarganya. Dia memperoleh pendidikan di HIS di Yogyakarta, MULO di Semarang, dan AMS di Bandung. Pada tahun 1930-an beliau berkuliah di Universiteit Leiden, Belanda (”SultanHenkie”).
Hamengkubuwono IX dinobatkan sebagai Sultan Yogyakarta pada tanggal 18 Maret 1940 dengan gelar “Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan HamengkubuwonoSenopati Ing Alogo Ngabdurrokhman Sayidin Panotogomo Kholifatulloh Ingkang Kaping Songo”. Beliau merupakan sultan yang menentang penjajahan Belanda dan mendorong kemerdekaan Indonesia. Selain itu, dia juga mendorong agar pemerintah RI memberi status khusus bagi Yogyakarta dengan predikat “Istimewa”. Sejak 1946 beliau pernah beberapa kali menjabat menteri pada kabinet yang dipimpin Presiden Soekarno. Jabatan resminya pada tahun 1966 adalah ialah Menteri Utama di bidang Ekuin.

ANNGARAN DASAR GERAKAN PRAMUKA TAHUN 2009

Anggaran Dasar Gerakan Pramuka PDF Print E-mail

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 24 TAHUN 2009

TENTANG

PENGESAHAN ANGGARAN DASAR

GERAKAN PRAMUKA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,



Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan peranan Gerakan Pramuka diperlukan Anggaran Dasar yang mencerminkan aspirasi, visi, dan misi seluruh Gerakan Pramuka Indonesia, sehingga secara efektif dapat dijadikan landasan kerja Gerakan Pramuka Indonesia;
b. bahwa untuk mewujudkan upaya sebagaimana dimaksud pada butir a, telah dilaksanakan penyempurnaan atas Anggaran Dasar Gerakan Pramuka melalui pembahasan dalam Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka 2003 yang berlangsung dari tanggal 15 sampai dengan 18 Desember 2008 di Cibubur , Jakarta;
c. bahwa sehubungan dengan hal-hal sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, dipandang perlu mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dihasilkan dan ditetapkan dalam Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka 2003 pada tanggal 15 sampai dengan 18 Desember 2008 di Cibubur , Jakarta, dengan Keputusan Presiden;

Mengingat : Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945;



MEMUTUSKAN :

Menetapkan : KEPUTUSAN PRESIDEN TENTANG PENGESAHAN ANGGARAN DASAR GERAKAN PRAMUKA.

Pasal 1

Mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka sebagaimana terlampir dalam Keputusan Presiden ini.

Pasal 2

Pemerintah dan Pemerintah Daerah dapat memberikan bantuan pendanaan dalam rangka pelaksanaan kegiatan Gerakan Pramuka.

Bantuan Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara cq. Bidang Kementrian Negara yang bertanggung jawab di bidang kepemudaan dan olah raga.

Bantuan Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

Pasal 3

Dengan berlakunya Keputusan Presiden ini, maka Keputusan Presiden Nomor 104 Tahun 2004 tentang Pengesahan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 4

Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta

Pada tanggal 15 September 2009

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

ttd

DR.H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Salinan sesuai dengan aslinya,

SEKRETARIAT KABINET RI

Deputi Sekretaris Kabinet

Bidang Hukum,

Ttd

Dr. M. Imam Santoso

(Cap Sekretariat Kabinet RI)

MENGATUR LETAK BENDERA

Didalam mengatur tata letak Bendera untuk keperluan apel pertemuan, rapat - rapat besar dan kegiatan - kegiatan besar yang lainnya. maka perlu diperhatikan cara mengatur letak bendera seperti pada gambar dibawah ini :
Pada gambar diatas, dapat diketahui bahwa posisi Sang merah putih paling kanan dan menggunakan tongkat yang tertinggi. sedangkan untuk bendera Satuan Katya, berada disebelah kiri bendera Kwartir.

Selasa, 23 Februari 2010

MENCIPTAKAN KEGIATAN YANG MENARIK, MENANTANG DAN MENGANDUNG PENDIDIKAN

PENDAHULUAN
1.  Pendidikan dalam Gerakan Pramuka adalah proses pendidikan sepanjang hayat yang
berkesinambungan dengan sasaran menjadikan manusia bertaqwa, berbudi pekerti luhur,
mandiri, memiliki kepeduliaan tinggi terhadap nusa  dan bangsa, masyarakat dan
lingkungannya, alam se isinya, bertanggung jawab serta berpegang teguh pada nilai dan
norma masyarakat.
2.  Dalam kepramukaan, pada hakikatnya peserta didik tidak hanya diperankan sebagai
obyek pendidikan, tetapi justru lebih banyak diperankan sebagai subjek. Dengan
demikian dalam kepramukaan sebenarnya peserta didik sendirilah yang berperan aktif
dalam proses kegiatan sehingga dapat dikatakan yang menjadi “pendidik” dalam
kepramukaan adalah peserta didik sendiri. Pada suatu kegiatan Pembina pramuka
berperan sebagai pembimbing, pendamping dan fasilitator yang dengan rajinnya
memberikan motivasi dan memberikan stimulasi (rangsangan) atas munculnya konsep
kegiatan, yang dilengkapi dengan metode apa yang paling tepat untuk melaksanakan
kegiatan tersebut, sedang dalam proses pelaksanaan kegiatan tersebut sepenuhnya peserta
didik sendiri yang berperan aktif.
3.  Untuk dapat melibatkan langsung peserta didik secara penuh dalam kegiatan hingga
mereka dapat memerankan diri sebagai subyek pendidikan, Pembina Pramuka hendaknya
menlibatkan langsung peserta didik dalam menciptakan kegiatan tersebut, karena
kegiatan yang menarik bagi peserta didik/kaum muda  adalah kegiatan yang sesuai
dengan aspirasi peserta didik/kaum muda sendiri, tentang menantang atau tidaknya suatu
kegiatan itupun mereka tentukan sendiri, bukan oleh Pembina.

POKOK MATERI
1.  “Belajar sambil Melakukan” merupakan salah satu metode kepramukaan yang dalam
pelaksanaannya mendominasi hamper pada semua kegiatan kepramukaan yang ada.
Sasaran yang ingin dicapai dengan penggunaan metode ini ialah peserta didik merasakan
bagaimana menyusun acara kegiatan, bagaimana melaksanakan suatu kegiatan, proses
apa saja yang harus dilakukan bila terjadi hambatan dan upaya apa yang dapat
mengatasinya, serta apa yang mereka rasakan bila mana kegiatan yang dilakukan berhasil
dengan baik.
2.  Agar proses kejiwaan sebagaimana tersebut diatas diatas dapat terwujud, kegiatan yang
disajikan hendaklah kegiatan yang menantang dan memikat para peserta didik, ialah
kegiatan yang :
a.  baru, yang sebelumnya tidak ada, merupakan produk inovasi.
b.  Dapat mengembangkan kreatifitas.
c.  Dapat mengembangkan berbagai ketrampilan.
d.  Bermanfaat bagi peserta didik dan masyarakat.
3.  Kegiatan yang menarik dan menantang yang mengandung pendidikan :
a.  Kaum muda pada umumnya akan tertarik pada hal-hal yang menantang, mereka
mempunyai kebanggaan tersendiri bila dapat menyelesaikannya dengan baik dan
sukses.
b.  Dalam proses pelaksanaan suatu kegiatan yang menantang mereka mencurahkan
segala upaya, dan dengan mencari-cari teknik yang tepat untuk dapat mencapai
keberhasilan atas kegiatan tersebut.
c.  Dengan berhasilnya melaksanakan kegiatan yang menantang, peserta didik
mendapatkan pengembangan kreativitas, percaya diri, keteguhan hati, keuletan
dalam usaha, pengetahuan dan pengalaman yang sangat mengesankan. Kegiatan
yang dapat mengembangkan aspek-aspek mental maupun  pisik sebagaimana

tersebut diatas, mengidentifikasikan bahwa kegiatan tersebut adalah kegiatan
yang mengandung pendidikan.
d.  Hal-hal apa yang menarik dan menantang bagi peserta didik tergantung pada
tingkat perkembangan jiwa dan usia peserta didik yang bersangkutan.
4.  Cara menyusun kegiatan yang menarik, menantang bagi peserta didik tergantung pada
tingkat perkembangan jiwa dan usia peserta didik yang bersangkutan.
a.  Pembina melibatkan peserta didik/Dewan satuan dalam menghimpun macam-
macam kegiatan yang diinginkan oleh peserta didik.
b.  Beserta peserta didik, Pembina mengelompokkan macam-macam kegiatan
tersebut menjadi kelompok-kelompok kegiatan yang sejenis.
c.  Peserta didik dengan didampingi/dibimbing Pembina menyusun program kegiatan
dengan memperhatikan :
-  skala prioritas.
-  Penyesuaian dengan waktu dan tempat
-  Pelaksanaan program kegiatan diselaraskan dengan kegiatan masyarakat
yang ada pada saat itu.
d.  Ketika program yang sudah ditetapkan tersebut akan  dilaksanakan, Pembina
mengajak para pemimpin Barung/Regu/Sangga, untuk berlatih bagaimana
melaksanakan kegiatan yang akan datang. Pada saat Pembina menggladi para
pemimpin tersebut, Pembina memilihkan/menentukan metode yang tepat dan
bagaimana cara melaksanakan dalam praktek yang praktis sehingga pada saat
melaksanakan kegiatan bersama rekan-rekannya, mereka dapat memberi petunjuk
tentang bagaimana melaksanakan kegiatan yang dihadapinya.

PENUTUP
♥  Kegiatan yang menarik dan menantang adalah kegiatan yang di mata kaum muda sangat
diminati, secara naluriah mereka kurang/tidak tertarik pada hal-hal yang monoton (itu-itu
saja) yang tidak memberikan tantangan pada mereka, karena masa remaja adalah masa
serba ingin tahu, masa ingin mencoba-coba, masa dimana mereka ingin merasakan
sendiri atas sesuatu yang menantang itu.
♥  Pembina pramuka harus dapat memberikan kegiatan yang menantang selaras dengan
perkembangan jiwa peserta didik, disamping itu Pembina hendaknya mempertimbangkan
keselamatan (safety) pada pelaksanaan kegiatan tersebut.
♥  Kegiatan yang menarik, menantang dengan melibatkan  langsung para peserta didik
dalam menyusun program kegiatan dan pelaksanaannya  akan membekali mereka untuk
hidup aktif, kreatif, ulet, tahan uji, percaya diri, bertanggung jawab, mandiri dan
memiliki keterampilan kepemimpinan, menejerial, bergaul, pisik dan keterampilan
bermasyarakat.
 Salam Pramuka !!

Sabtu, 12 Desember 2009

STRUKTUR SATUAN KARYA




TANDA KECAKAPAN UMUM

TANDA JABATAN UMUM PRAMUKA PENEGAK 
 Pada Pramuka Penegak, Hanya terdiri dari dua macam tingkatan yang akan ditempuh oleh pramuka Penegak dengan menyelesaikan ujian SKU (Syarat Kecakapan Umum). kedua tingkatan itu adalah :
Bantara 

Bantara menurut bahasa berarti Anak Raja, Utusan Raja, atau Prajurit. sedangkan menurut istilag Kepramukaan, Bantara merupakan tingkatan pertama di Pramuka Penegak yang telah menyelesaikan SKU Bantara dan dilantik sebagai Penegak Bantara.


Tingkatan yang kedua adalah Laksana, Laksana adalah Penegak Bantara yang telah menyelesaikan SKU Laksana dan telah dilantik sebagai Penegak Laksana. penegak Laksana ini setidaknya memiliki minimal satu macam Tanda Kecakapan Khusus (TKK) pada tingkatan Laksana ini, pengabdian kepada masyarakat harus semakin ditingkatkan dan di utamakan, selain itu diharuskan untuk meningkatkan keterampilan, kemampuan dan kecakapan untuk menempuh tingkatan khusus dan istimewa diatas Laksana yaitu Pramuka Garuda Penegak.


PELANTIKAN SENIOR SAKA BAKTI HUSADA


Kegiatan ini sebenarnya terselenggara pada bulan November,pada masa Dewan Saka 2008 – 2009, tetapi karena ada suatu hal, maka baru bisa di upload pada bulan Desember.


Kegiatan Pelantikan dan Pemantaban Senior Saka Bakti Husada adalah suatu kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh pengurus Dewan Saka bakti Husada Puskesmas Ngawi Kota, Kwartir Ranting Ngawi. Dan telah dikonsep serta dirumuskan dalam progam kerja Dewan Saka Bakti Husada masa bakti 2008 – 2009. Hanya saja pelaksanaan dari dua kegiatan ini sebenarnya didalam progam kerja terpisah. Tetapi karena keterbatasan waktu, maka kegiatan ini dilaksanakan secara bersamaan berdasarkan kebijakan ketua Dewan Saka.
Pada dasarnya, kegiatan Pelaksanaan Pelantikan dan Pemantaban Senior sebenarnya sederhana, namun bisa disesuaikan dengan kebijakan ketua panitia, ketua Dewan Saka dan Pamong Saka. Kegiatan pelantikan Senior secara garis besar terdiri dari Pembukaan, Penjelajahan, Penilaian dan tes materi – materi yang telah diberikan, tes mental dan fisik, lalu prosesi pelantikan.
Sedangkan untuk Pemantaban Senior secara garis besar adalah Pembukaan, Pemantaban materi dasar, pemantaban materi, pemantaban peserta, sharing lapangan dan organisasi serta prosesi pemantaban.
Namun untuk pelantikan dan pemantaban Senior tahun 2009 ini sangat berbeda dari angkatan sebelumnya. Kegiatan bisa dikatakan special dan berbeda. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada tanggal 7- 8 November 2009 hari Sabtu dan Minggu dan dilaksanakan dibumi perkemahan SDN II Kletekan, Jogorogo. Dan kegiatan ini merupakan prestasi yang cukup baik dari angakatan Dewan Saka 2008 – 2009.
Kegiatan ini diikuti oleh 5 orang pengurus Dewan Saka bakti Husada masa bakti Husada, dua puluh enam orang calon Senior SBH dan satu Pamong Saka. Kegiatan ini dimulai dengan pembukaan secara simbolis di SDN II Jogorogo oleh Ketua Dewan Saka masa bakti 2008 – 2009, Kak Khanang pukul 16.30. Dilanjutkan penjelajahan menuju ke SDN II Kletekan.
Dan inilah yang membedakan dari angakatan sebelumnya, di pos II, diadakan tes Syarat Kecakapan Khusus TKK Krida Saka bakti Husada oleh kak Radhit, koordinator bidang Kegiatan Operasional Dewan Saka Bakti Husada yang saat kegiatan ini ditunjuk sebagai Ketua Panitia oleh kak Khanang.
Sesampainya para peserta di SDN II Kletekan, acaranya adalah makan malam, istirahat dan sharing sebentar. tak lama setelah itu diadakan pembahasan Survival untuk besok paginya. kemudian acara menuju pulau mimpi sudah dimulai. Para peserta dan beberapa dari panitia tampak kecapekan, ini terlihat dari semakin cepatnya mereka tertidur.
Pukul 02.30 pagi diadakan prosesi pemantaban Senior dengan mengadakan renungan suci, renungan Masa Depan Saka kita dan renungan arti sebuah ikatan. Kemudian prosesi pemantaban dilanjutkan dengan tugas yang berat dan tes kebersamaan. Dilanjutkan dengan penyusunan sebuah kata – kata penyemangat dan pembangun kebersamaan yang dirangkai dalam satu ikatan. Dan semua prosesi itu dikukuhkan dalam sebuah prasasti kain lusuh yang ditandatangani oleh peserta yang datang dan diberi cap darah dari jari ketua Dewan Saka kita.
Pagi hari yang cerah, matahari bersinar dengan panasnya, acara survival dimulai. Para peserta mulai mendirikan dapur, memasak, dan menanak ketela. Ada yang memakan mie mentah, ada yang jajan. Tetapi kebersamaan dalam Survival tetap terjalin dengan baik karena malamnya mereka telah membentuk Ikatan yang suci. Yang ikatan itu telah diabadikan dalam sebuah lembaran.
Ada yang bercanda, berkejar – kejaran, narsis, ngobrol satu sama lain, ada juga yang asyik memasak sambil ngobrol organisasi, dan semua aktivitas berbaur jadi satu, tampaknya para kakak – kakak dewan Saka tidak mau ketinggalan mengikuti aktivitas mereka.
Beberapa jam kemudian ketela yang dimasak maupun dibakar telah matang. Semua yang hadir disana ikut berpesta dan menikmati makanan hasil survival itu. Baik kakak maupun adik kebersamaannya benar – benar erat sekali. Kita makan sama – sama, kenyang sama – sama dan asyik sama – sama.
Acara setelah itu adalah bakti sosial kepada masyarakat sebagai bentuk rasa kepeduian kita terhadap sesama. Bakti sosial dilaksanakan dengan membagi – bagi beras dan mie instan kepada penduduk sekitar SDN II Kletekan.
Acara setelah bakti sosial adalah Outbond, outbond karangan kak Khanang. Outbond sepak bola tetapi menggunakan bola pingpong. Cara memasukkan ke gawang lawan adalah dengan ditiup. Pemain saling meniup bola untuk memasukkan kegawang, pemain yang menjaga gawang menghalangi bola dengan tiupan agar tidak sampai masuk ke gawang. Acara ini sangat seru sekali dan sangat membuat kita tertawa.
Dan inilah yang sangat ditunggu – tungu. Acara upacara pelantikan Senior Saka yang berbeda dan yang merupakan upacara pelantikan yang sesungguhnya. Upacara Pelantikan ini dilaksanakan dengan disakralkan oleh ucap ulang janji berupa Trisatya dengan menyentuh Sang Merah Putih serta penyematan sleyer dan Pin SBH yang baru. Dan setelah upacara ini dilaksanakan prosesi pelantikan didekat sumber tirta alam dengan pencarian bola pingpong bertuliskan SBH disungai kecil dan semua peserta bisa mendapatkannya.
Akhirnya semua peserta telah dilantik sebagai Senior Saka Bakti Husada, kakak – kakak angkatan 2008 – 2009 mengucapkan selamat dengan semua saling bersalaman dan berbasah – basahan. Kakak – kakak berpesan untuk menjaga kebersamaan dan ikatan suci yang telah dibentuk. Jangan sampai runtuh, berpecah belah dan berantakan. Setelah prosesi pelantikan dilanjutkan dengan penutupan dan pulang kembali kerumah masing – masing. Acara ini berakhir pada hari Minggu, 8 November 2009 pukul 13.00 WIB.


ADIK – ADIK SENIOR, JAGALAH KEKOMPAKAN KALIAN, JAGA KERUKUNAN DAN KEBERSAMAAN KALIAN. JANGAN SAMPAI KALIAN BERCERAI - BERAI
SERTA JAGALAH IKATAN SUCI YANG TELAH TERBENTUK DAN DIKUKUHKAN DIANTARA KALIAN
KALIAN ADALAH YANG TERBAIK DAN KALIAN ADALAH PENERUS MASA DEPAN JADIKAN SAKA BAKTI HUSADA KITA INI LEBIH BAIK DAN LEBIH BERKUALITAS !
SEMANGAT ! SEMANGAT ! SEMANGAT !
SBH JAYA…SBH JOSS….!!!
SALAM SCOUT COMMUNITY HEALTH

Jumat, 11 Desember 2009

T ANDA PIMPINAN SATUAN TERKECIL SATUAN KARYA







Dikutip dari Keputusan Kwartir Nasional nomor 208 tahun 1988 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Tanda Jabatan Gerakan Pramuka, dengan berbagai perubahan khusus.
Tanda Pemimpin Krida dan Wakilnya
Tanda Koordinator Pemimpin Krida, Pemimpin Krida dan Wakilnya dibuat dari kain, berbentuk “Janur” (daun kelapa) berwarna Biru, tiap janur berukuran panjang 5 cm lebar 0,7 cm dan jarak tiap janur 0,5 cm.
Koordi nator Pemimpin Krida memakai tiga helai janur Biru.
Pemimpin Krida memakai dua helai janur Biru.
Wakil Pemimpin Krida memakai satu helai janur Biru.

ARTI KIASAN TANDA JABATAN
Tanda Pimpinan Satuan Terkecil
Tanda Pimpinan Satuan Terkecil (Krida) berbentuk janur, yang diambil dari kebiasaan bangsa Indonesia memberi tanda kepada petugas dengan daun kelapa (janur). Jadi janur mempunyai arti kiasan pengemban suatu tugas.


TANDA JABATAN DEWAN SAKA BAKTI HUSADA


Tanda Pengurus Dewan SAKA BAKTI HUSADA
Tanda Pengurus Dewan Saka Bakti Husada terdiri atas dua jenis :
a. Lencana dari logam berbentuk roda gigi dengan 10 buah gigi, dan dua buah tunas kelapa berpasangan di dalam roda gigi tersebut, yang menyangga sebuah bintang bersudut lima.
Garis tengah lingkaran luar lencana : 4,5 cm            
Garis tengah terluar roda gigi : 3,5 cm
Garis tengah terdalam roda gigi : 2,9 cm
Garis tengah bintang bersudut lima : 0,6 cm
Warna dasar lingkaran dalam : biru tua
Warna roda gigi dan bakti Husada : kuning emas
b. Lencana dari kain berbentuk belah ketupat dengan panjang sisi masing-masing 5 cm, berwarna dasar biru tua. Pada belah ketupat ini terdapat gambar roda gigi dengan 10 buah gigi, dan gambar bakti husada di dalam roda gigi tersebut.
Ukuran gambar sama dengan point a.
Warna roda gigi dan tunas kelapa : kuning


Arti Kiasan Tanda Pengurus Dewan SAKA
Tanda Pengurus Dewan Saka berbentuk roda gigi dengan 10 buah giginya, serta lambang ciri khas Saka yang bersangkutan, memberi arti kiasan bahwa Pengurus Dewan Saka bertugas menggerakkan para Pramuka agar giat melaksanakan kegiatan Sakanya, sesuai dengan tugas pokok Saka yang bersangkutan, guna mencapai tujuan Gerakan Pramuka, dengan pengamalan Dasadarma dan Pancasila.







KEGIATAN TERAKHIR KITA PENGURUS DEWAN SAKA BHAKTI HUSADA MASA BAKTI 2008 – 2009 REORGANISASI DAN MUSYAWARAH PENEGAK SATUAN KARYA BAKTI HUSADA PUSKESMAS NGAWI KOTA



Tiap _ tiap insan adalah pemimpin, dan tiap – tiap Pemimpin pasti akan dimintai Pertanggungjawabannya nanti di Yaumil Qiyamah. 
Kepemimpinan tidaklah abadi, dia tidak akan terus berjalan, suatu kepemimpinan memiliki batas- batas sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan dan berlaku didunia. Karena Dunia ini tidaklah abadi, suatu saat akan mengalami pasang surut, naik turun dan akan mengalami pergantian masa. Kepemimpinan satu akan digantikan oleh kepemimpinan yang lain, begitu juga seorang pemimpin, dia akan digantikan oleh pemimpin yang lainnya. Dan pemimpin yang baru akan meneruskan tongkat istafet perjuangan dari pemimpin sebelumnnya. Sesuai peraturan yang telah berlaku, Pengurus Dewan Satuan Karya memiliki masa jabatan satu tahun, sama seperti Dewan Ambalan Penegak Gugusdepan. Termasuk Pengurus Dewan Saka Bakti Husada Puskesmas Ngawi Kota masa bakti 2008 – 2009 yang pada hari Minggu, tanggal 22 November 2009 pukul 07.00 – 16.00 WIB mengadakan kegiatan Reorganisasi dan Musyawarah Penegak Satuan Karya. Dan dari acara itu, Pengurus Dewan Saka Bakti Husada masa bakti 2008 – 2009 telah demisioner dan digantikan oleh Pengurus Dewan Saka yang baru untuk masa bakti 2009 – 2010. Acara ini merupakan acara yang terakhir kita adakan dan acara ini adalah acara yang paling penting untuk disimak karena ada moment untuk mempertanggungjawabkan Progam kerja kita selama satu periode, menyusun progam kerja baru untuk Kepengurusan kedepan dan memilih Ketua dan Wakil Ketua Dewan Saka yang baru. Serta melantik dan mengesahkan Ketua dan Dewan saka yang baru. Kegiatan ini dimulai pukul 07.00 dan dimulai dengan upacara pembukaan dilapangan Dinas Kesehatan. Secara simbolis Ketua Dewan Saka kita membuka acara ini.

Rabu, 09 Desember 2009

TANDA JABATAN SAKA


Tanda Jabatan Pimpinan Saka Bakti Husada
INI SATU HAL YANG PERLU KITA KETAHUI
tanda Jabatan adalah suatu alat untuk menunjukkan jabatan seseorang didalam Kepramukaan. satuan karya juga memiliki tanda jabatan tersendiri yang juga diatur dalam PP yang sama.
Saka Bakti Husada memiliki beberapa tanda jabatan yang terdiri dari tanda jabatan pimpinan Saka dan Dewan Saka. masing - masing tanda jabatan memiliki bentuk yang berbeda - beda. 
berikut ini gambar tanda jabatan pimpinan Saka yang didiatur oleh PP Tanda Jabatan dan didownload dari 
www.pramuka.org


 Tanda Jabatan diatas terdiri dari tanda jabatan pimpinan Saka Bakti Husada tingkat Nasional, Daerah, Cabang dan Ranting. sedangkan arti kiasan dan petunjuk pemakaiannya diatur dalam PP tersendiri.
   Tanda Pimpinan Saka dan Pamong Saka Dikutip dari Keputusan Kwartir Nasional nomor 208 tahun 1988 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Tanda Jabatan Gerakan Pramuka, dengan berbagai perubahan khusus. a. Tanda Pimpinan Saka dan Pamong Saka dibuat dari logam terdiri atas dua lapis : 1) Lapisan pertama berbentuk lingkaran, dengan sinar terpancar dari pusatnya, berwarna sebagai berikut: a) Tingkat nasiona : kuning. b) Tingkat daerah : merah. c) Tingkat cabang : hijau. d) Tingkat ranting : coklat tua. 2) Lapisan kedua berbentuk rantai melingkar, dengan 24 mata rantai bolat dan segi empat berselang seling, dengan gambar di tengah lingkaran rantai itu, disesuaikan dengan Saka yang bersangkutan, berwarna emas. Pada tujuh mata rantai di atas terdapat tulisan GERAKAN, dan pada tujuh mata rantai di bawah terdapat tulisan PRAMUKA, sedang pada mata rantai lainnya terdapat gambar tunas kelapa. Garis tengah lapisan pertama dan lapisan kedua = 4 cm. Garis tengah mata rantai 0,5 cm. b. Lencana dari kain berbentuk bujur sangkar, dengan panjang sisi masing-masing 5 cm, dengan gambar, ukuran dan warna sama dengan nomor 18 a di atas. Warna dasar bujur sangkar coklat tua. Arti Kiasan Tanda Pimpinan Saka dan Pamong Saka Tanda Pimpinan Saka dan Pamong Saka berbentuk lingkaran dengan sinar terpancar dari pusatnya, menuju kemata rantai yang melingkar, terdiri atas segi 4 dan lingkaran, bertulisan GERAKAN PRAMUKA dan gambar tunas kelapa, mengkiaskan bahwa Pimpinan Saka dan Pamong Saka bertugas menyebarluaskan hal-hal yang berkaitan dengan Saka yang bersangkutan, ke semua anggota Gerakan Pramuka yang membentuk rantai persaudaraan Pramuka puteri (segi empat) dan putera (lingkaran). Gambar di tengah tanda Pimpinan Saka dan Pamong Saka (bakti Husada) ini menggambarkan ciri khas Saka Bakti Husada.

Sabtu, 05 Desember 2009

MENGENAL KEADAAN GIZI

MENGENAL KEADAAN GIZI
Apakah ilmu Gizi?
Ilmu gizi adalah suatu cabang pengetahuan yang khusus mempelajari hubungan antara makanan yang kita makan dan kesehatan tubuh. Hal ini dapat dijelaskan dalam uraian berikut. Apabila kita makan sepotong roti berarti kita telah memasukkan zat-zat atau atau unsure berupa zat tepung ke dalam tubuh kita. Zat tepung yang sudah dalam bentuk molekul-molekul tunggal ini(monosakarida), dengan bantuan zat asam (oksigen) di dalam otot akan dipecah guna mendapatkan tenaga. Tenaga yang timbul dari hasil pembakaran monosakarida itu digunakan tubuh untuk bergerak.
Kejadian yang serupa akan terjadi bila kita makan jenis makanan lain, seperti ikan, daging, ataupun suatu hidangan lengkap. Rangkaian kejadian yang ditimbulkan oleh makanan yang masuk ke dalam tubuh, serta keadaan tertentu dalam tubuh sebagai akibat masuknya makanan tadi, secara khusus akan dipelajari dalam ilmu gizi. Akan tetapi, persoalan-persoalan yang dibahas dalam ilmu gizi tidaklah terbatas pada itu saja. Disamping mempelajari berbagai peristiwa yang terjadi dalam tubuh, keadaan-keadaan yang ditimbulkan oleh masuknya makanan kedalam tubuh, juga dipelajari hal-hal yang lain, baik yang menyangkut cara untuk mencegah makanan maupun factor-faktor yang dapat menyebabkan seseorang tidak cukup memperoleh zat-zat makanan yang diperlukan tubuh.
Gizi dan Pengaruh Terhadap Kehidupan Manusia
Hubungan antara makanan dan kesehatan tubuh sudah diketahui seja berabad-abad yang lampau. Pada zaman pemerintahan raja Nebukadnezar di kerajaan Babilonia diceritakan, bahwa pada suatu masa raja bermaksud mendidik empat orang pemuda untuk dijadikan ksatria. Keempat pemuda itu mendapat makanan berupa daging dan anggur dari istana. Akan tetapi, karena keempat calon ksatria itu khawatir tidak dapat memenuhi harapan raja, maka mereka menolak hidangan berupa daging dan anggur itu, dan sebagai gantinya mereka memakan makanan yang terdiri dari jenis kacang dan air. Dan ksatria tersebut dapat memenuhi harapan raja di akhir latihan.

Jumat, 04 Desember 2009

KATA - KATA PENYEMANGAT

IKATAN SUCI

IKATAN SUCI YANG TULUS, YANG TERBENTUK DENGAN PENUH PENGORBANAN
DAN HARAPAN CINTA DAMAI SERTA CITA – CITA DIMASA DEPAN
IKATAN YANG TERBENTUK OLEH KAIN PERBEDAAN SIFAT DAN KARAKTER YANG DIRAJUT DENGAN BENANG SEMANGAT DAN JARUM KEBERSAMAAN
TERANGKAI MENJADI SATU, MENGHILANGKAN ASAL KAIN PERBEDAAN ITU
MENJADI BESI YANG KOKOH DAN BERSATU, MEMBENTUK MATA RANTAI YANG UTUH
IKATAN MATA RANTAI YANG BERPUTAR DAN MASING – MASING IKATAN ITU SALING MENGUATKAN SATU SAMA LAINNYA
TERUS MENJADI SATU DAN AKHIRNYA MENJADI KESATUAN YANG UTUH. YANG TIDAK AKAN PERNAH TERPISAHKAN

Kamis, 26 November 2009

STRUKTUR DEWAN SAKA
SAKA BHAKTI HUSADA

PUSKESMAS NGAWI KOTA
MASA BHAKTI 2008 – 2009


KETUA DEWAN SAKA
Khanang Eka Prasetya

WAKIL KETUA DEWAN SAKA
Tifa Dwi Mardiyah
SEKRETARIS
1. Sri Indah
2. Jenni

BENDAHARA
1. Lita Permata Dewi
2. Ida Ernawati

SEKSI – SEKSI
A. KEGIATAN OPERASIONAL KEPRAMUKAAN
Coordinator : Radhitya Widiatmoko
Anggota :
1. Nia Yuliana
2. Ainun
B. PENELITIAN DAN EVALUASI (LITEV)
Coordinator : Sulastri
Anggota :
1. Nia
2. Erika
3. Deviika
C. INVENTARIS
Coordinator : Devie
Anggota :
1. Santi
Selamat Darang di Media Kreativitas anggota Pramuka Saka Bakti Husada Pangkalan Puskesmas Ngawi Kota. kwarran Ngawi, kwarcab Ngawi.
Anda Bisa bergabung disini, baik anda anggota Dewan Saka Bakti Husada. anggota Purwa, Madya maupun Utama. Pamong Saka, Instruktur Saka ataupun Alumni Saka dan Anggota Pramuka secara umum dari berbagai gugusdepan.
selain itu juga para anggota Dewan Kerja, baik Ranting maupun Cabang di Kwartir Cabang Ngawi, juga bisa bergabung disini.
termasuk juga anggota Saka yang lain, kami harap kerjasama dalam join in this blog. karena sebagai acuan dasar kita untuk melangkah kedepan dengan menjadikan contoh Saka yang sudah maju dan terarah serta sukses perjalanannya.
Salam Pramuka !
Salam Scout Community Health.
sbh Jaya...SBH Joss.........
We Are The Next Leader......
We Are The Medicalscout Ngawi