Cari Blog Ini

Jumat, 11 Desember 2009

TANDA JABATAN DEWAN SAKA BAKTI HUSADA


Tanda Pengurus Dewan SAKA BAKTI HUSADA
Tanda Pengurus Dewan Saka Bakti Husada terdiri atas dua jenis :
a. Lencana dari logam berbentuk roda gigi dengan 10 buah gigi, dan dua buah tunas kelapa berpasangan di dalam roda gigi tersebut, yang menyangga sebuah bintang bersudut lima.
Garis tengah lingkaran luar lencana : 4,5 cm            
Garis tengah terluar roda gigi : 3,5 cm
Garis tengah terdalam roda gigi : 2,9 cm
Garis tengah bintang bersudut lima : 0,6 cm
Warna dasar lingkaran dalam : biru tua
Warna roda gigi dan bakti Husada : kuning emas
b. Lencana dari kain berbentuk belah ketupat dengan panjang sisi masing-masing 5 cm, berwarna dasar biru tua. Pada belah ketupat ini terdapat gambar roda gigi dengan 10 buah gigi, dan gambar bakti husada di dalam roda gigi tersebut.
Ukuran gambar sama dengan point a.
Warna roda gigi dan tunas kelapa : kuning


Arti Kiasan Tanda Pengurus Dewan SAKA
Tanda Pengurus Dewan Saka berbentuk roda gigi dengan 10 buah giginya, serta lambang ciri khas Saka yang bersangkutan, memberi arti kiasan bahwa Pengurus Dewan Saka bertugas menggerakkan para Pramuka agar giat melaksanakan kegiatan Sakanya, sesuai dengan tugas pokok Saka yang bersangkutan, guna mencapai tujuan Gerakan Pramuka, dengan pengamalan Dasadarma dan Pancasila.







KEGIATAN TERAKHIR KITA PENGURUS DEWAN SAKA BHAKTI HUSADA MASA BAKTI 2008 – 2009 REORGANISASI DAN MUSYAWARAH PENEGAK SATUAN KARYA BAKTI HUSADA PUSKESMAS NGAWI KOTA



Tiap _ tiap insan adalah pemimpin, dan tiap – tiap Pemimpin pasti akan dimintai Pertanggungjawabannya nanti di Yaumil Qiyamah. 
Kepemimpinan tidaklah abadi, dia tidak akan terus berjalan, suatu kepemimpinan memiliki batas- batas sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan dan berlaku didunia. Karena Dunia ini tidaklah abadi, suatu saat akan mengalami pasang surut, naik turun dan akan mengalami pergantian masa. Kepemimpinan satu akan digantikan oleh kepemimpinan yang lain, begitu juga seorang pemimpin, dia akan digantikan oleh pemimpin yang lainnya. Dan pemimpin yang baru akan meneruskan tongkat istafet perjuangan dari pemimpin sebelumnnya. Sesuai peraturan yang telah berlaku, Pengurus Dewan Satuan Karya memiliki masa jabatan satu tahun, sama seperti Dewan Ambalan Penegak Gugusdepan. Termasuk Pengurus Dewan Saka Bakti Husada Puskesmas Ngawi Kota masa bakti 2008 – 2009 yang pada hari Minggu, tanggal 22 November 2009 pukul 07.00 – 16.00 WIB mengadakan kegiatan Reorganisasi dan Musyawarah Penegak Satuan Karya. Dan dari acara itu, Pengurus Dewan Saka Bakti Husada masa bakti 2008 – 2009 telah demisioner dan digantikan oleh Pengurus Dewan Saka yang baru untuk masa bakti 2009 – 2010. Acara ini merupakan acara yang terakhir kita adakan dan acara ini adalah acara yang paling penting untuk disimak karena ada moment untuk mempertanggungjawabkan Progam kerja kita selama satu periode, menyusun progam kerja baru untuk Kepengurusan kedepan dan memilih Ketua dan Wakil Ketua Dewan Saka yang baru. Serta melantik dan mengesahkan Ketua dan Dewan saka yang baru. Kegiatan ini dimulai pukul 07.00 dan dimulai dengan upacara pembukaan dilapangan Dinas Kesehatan. Secara simbolis Ketua Dewan Saka kita membuka acara ini.

Rabu, 09 Desember 2009

TANDA JABATAN SAKA


Tanda Jabatan Pimpinan Saka Bakti Husada
INI SATU HAL YANG PERLU KITA KETAHUI
tanda Jabatan adalah suatu alat untuk menunjukkan jabatan seseorang didalam Kepramukaan. satuan karya juga memiliki tanda jabatan tersendiri yang juga diatur dalam PP yang sama.
Saka Bakti Husada memiliki beberapa tanda jabatan yang terdiri dari tanda jabatan pimpinan Saka dan Dewan Saka. masing - masing tanda jabatan memiliki bentuk yang berbeda - beda. 
berikut ini gambar tanda jabatan pimpinan Saka yang didiatur oleh PP Tanda Jabatan dan didownload dari 
www.pramuka.org


 Tanda Jabatan diatas terdiri dari tanda jabatan pimpinan Saka Bakti Husada tingkat Nasional, Daerah, Cabang dan Ranting. sedangkan arti kiasan dan petunjuk pemakaiannya diatur dalam PP tersendiri.
   Tanda Pimpinan Saka dan Pamong Saka Dikutip dari Keputusan Kwartir Nasional nomor 208 tahun 1988 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Tanda Jabatan Gerakan Pramuka, dengan berbagai perubahan khusus. a. Tanda Pimpinan Saka dan Pamong Saka dibuat dari logam terdiri atas dua lapis : 1) Lapisan pertama berbentuk lingkaran, dengan sinar terpancar dari pusatnya, berwarna sebagai berikut: a) Tingkat nasiona : kuning. b) Tingkat daerah : merah. c) Tingkat cabang : hijau. d) Tingkat ranting : coklat tua. 2) Lapisan kedua berbentuk rantai melingkar, dengan 24 mata rantai bolat dan segi empat berselang seling, dengan gambar di tengah lingkaran rantai itu, disesuaikan dengan Saka yang bersangkutan, berwarna emas. Pada tujuh mata rantai di atas terdapat tulisan GERAKAN, dan pada tujuh mata rantai di bawah terdapat tulisan PRAMUKA, sedang pada mata rantai lainnya terdapat gambar tunas kelapa. Garis tengah lapisan pertama dan lapisan kedua = 4 cm. Garis tengah mata rantai 0,5 cm. b. Lencana dari kain berbentuk bujur sangkar, dengan panjang sisi masing-masing 5 cm, dengan gambar, ukuran dan warna sama dengan nomor 18 a di atas. Warna dasar bujur sangkar coklat tua. Arti Kiasan Tanda Pimpinan Saka dan Pamong Saka Tanda Pimpinan Saka dan Pamong Saka berbentuk lingkaran dengan sinar terpancar dari pusatnya, menuju kemata rantai yang melingkar, terdiri atas segi 4 dan lingkaran, bertulisan GERAKAN PRAMUKA dan gambar tunas kelapa, mengkiaskan bahwa Pimpinan Saka dan Pamong Saka bertugas menyebarluaskan hal-hal yang berkaitan dengan Saka yang bersangkutan, ke semua anggota Gerakan Pramuka yang membentuk rantai persaudaraan Pramuka puteri (segi empat) dan putera (lingkaran). Gambar di tengah tanda Pimpinan Saka dan Pamong Saka (bakti Husada) ini menggambarkan ciri khas Saka Bakti Husada.

Sabtu, 05 Desember 2009

MENGENAL KEADAAN GIZI

MENGENAL KEADAAN GIZI
Apakah ilmu Gizi?
Ilmu gizi adalah suatu cabang pengetahuan yang khusus mempelajari hubungan antara makanan yang kita makan dan kesehatan tubuh. Hal ini dapat dijelaskan dalam uraian berikut. Apabila kita makan sepotong roti berarti kita telah memasukkan zat-zat atau atau unsure berupa zat tepung ke dalam tubuh kita. Zat tepung yang sudah dalam bentuk molekul-molekul tunggal ini(monosakarida), dengan bantuan zat asam (oksigen) di dalam otot akan dipecah guna mendapatkan tenaga. Tenaga yang timbul dari hasil pembakaran monosakarida itu digunakan tubuh untuk bergerak.
Kejadian yang serupa akan terjadi bila kita makan jenis makanan lain, seperti ikan, daging, ataupun suatu hidangan lengkap. Rangkaian kejadian yang ditimbulkan oleh makanan yang masuk ke dalam tubuh, serta keadaan tertentu dalam tubuh sebagai akibat masuknya makanan tadi, secara khusus akan dipelajari dalam ilmu gizi. Akan tetapi, persoalan-persoalan yang dibahas dalam ilmu gizi tidaklah terbatas pada itu saja. Disamping mempelajari berbagai peristiwa yang terjadi dalam tubuh, keadaan-keadaan yang ditimbulkan oleh masuknya makanan kedalam tubuh, juga dipelajari hal-hal yang lain, baik yang menyangkut cara untuk mencegah makanan maupun factor-faktor yang dapat menyebabkan seseorang tidak cukup memperoleh zat-zat makanan yang diperlukan tubuh.
Gizi dan Pengaruh Terhadap Kehidupan Manusia
Hubungan antara makanan dan kesehatan tubuh sudah diketahui seja berabad-abad yang lampau. Pada zaman pemerintahan raja Nebukadnezar di kerajaan Babilonia diceritakan, bahwa pada suatu masa raja bermaksud mendidik empat orang pemuda untuk dijadikan ksatria. Keempat pemuda itu mendapat makanan berupa daging dan anggur dari istana. Akan tetapi, karena keempat calon ksatria itu khawatir tidak dapat memenuhi harapan raja, maka mereka menolak hidangan berupa daging dan anggur itu, dan sebagai gantinya mereka memakan makanan yang terdiri dari jenis kacang dan air. Dan ksatria tersebut dapat memenuhi harapan raja di akhir latihan.

Jumat, 04 Desember 2009

KATA - KATA PENYEMANGAT

IKATAN SUCI

IKATAN SUCI YANG TULUS, YANG TERBENTUK DENGAN PENUH PENGORBANAN
DAN HARAPAN CINTA DAMAI SERTA CITA – CITA DIMASA DEPAN
IKATAN YANG TERBENTUK OLEH KAIN PERBEDAAN SIFAT DAN KARAKTER YANG DIRAJUT DENGAN BENANG SEMANGAT DAN JARUM KEBERSAMAAN
TERANGKAI MENJADI SATU, MENGHILANGKAN ASAL KAIN PERBEDAAN ITU
MENJADI BESI YANG KOKOH DAN BERSATU, MEMBENTUK MATA RANTAI YANG UTUH
IKATAN MATA RANTAI YANG BERPUTAR DAN MASING – MASING IKATAN ITU SALING MENGUATKAN SATU SAMA LAINNYA
TERUS MENJADI SATU DAN AKHIRNYA MENJADI KESATUAN YANG UTUH. YANG TIDAK AKAN PERNAH TERPISAHKAN