Cari Blog Ini

Selasa, 23 Februari 2010

MENCIPTAKAN KEGIATAN YANG MENARIK, MENANTANG DAN MENGANDUNG PENDIDIKAN

PENDAHULUAN
1.  Pendidikan dalam Gerakan Pramuka adalah proses pendidikan sepanjang hayat yang
berkesinambungan dengan sasaran menjadikan manusia bertaqwa, berbudi pekerti luhur,
mandiri, memiliki kepeduliaan tinggi terhadap nusa  dan bangsa, masyarakat dan
lingkungannya, alam se isinya, bertanggung jawab serta berpegang teguh pada nilai dan
norma masyarakat.
2.  Dalam kepramukaan, pada hakikatnya peserta didik tidak hanya diperankan sebagai
obyek pendidikan, tetapi justru lebih banyak diperankan sebagai subjek. Dengan
demikian dalam kepramukaan sebenarnya peserta didik sendirilah yang berperan aktif
dalam proses kegiatan sehingga dapat dikatakan yang menjadi “pendidik” dalam
kepramukaan adalah peserta didik sendiri. Pada suatu kegiatan Pembina pramuka
berperan sebagai pembimbing, pendamping dan fasilitator yang dengan rajinnya
memberikan motivasi dan memberikan stimulasi (rangsangan) atas munculnya konsep
kegiatan, yang dilengkapi dengan metode apa yang paling tepat untuk melaksanakan
kegiatan tersebut, sedang dalam proses pelaksanaan kegiatan tersebut sepenuhnya peserta
didik sendiri yang berperan aktif.
3.  Untuk dapat melibatkan langsung peserta didik secara penuh dalam kegiatan hingga
mereka dapat memerankan diri sebagai subyek pendidikan, Pembina Pramuka hendaknya
menlibatkan langsung peserta didik dalam menciptakan kegiatan tersebut, karena
kegiatan yang menarik bagi peserta didik/kaum muda  adalah kegiatan yang sesuai
dengan aspirasi peserta didik/kaum muda sendiri, tentang menantang atau tidaknya suatu
kegiatan itupun mereka tentukan sendiri, bukan oleh Pembina.

POKOK MATERI
1.  “Belajar sambil Melakukan” merupakan salah satu metode kepramukaan yang dalam
pelaksanaannya mendominasi hamper pada semua kegiatan kepramukaan yang ada.
Sasaran yang ingin dicapai dengan penggunaan metode ini ialah peserta didik merasakan
bagaimana menyusun acara kegiatan, bagaimana melaksanakan suatu kegiatan, proses
apa saja yang harus dilakukan bila terjadi hambatan dan upaya apa yang dapat
mengatasinya, serta apa yang mereka rasakan bila mana kegiatan yang dilakukan berhasil
dengan baik.
2.  Agar proses kejiwaan sebagaimana tersebut diatas diatas dapat terwujud, kegiatan yang
disajikan hendaklah kegiatan yang menantang dan memikat para peserta didik, ialah
kegiatan yang :
a.  baru, yang sebelumnya tidak ada, merupakan produk inovasi.
b.  Dapat mengembangkan kreatifitas.
c.  Dapat mengembangkan berbagai ketrampilan.
d.  Bermanfaat bagi peserta didik dan masyarakat.
3.  Kegiatan yang menarik dan menantang yang mengandung pendidikan :
a.  Kaum muda pada umumnya akan tertarik pada hal-hal yang menantang, mereka
mempunyai kebanggaan tersendiri bila dapat menyelesaikannya dengan baik dan
sukses.
b.  Dalam proses pelaksanaan suatu kegiatan yang menantang mereka mencurahkan
segala upaya, dan dengan mencari-cari teknik yang tepat untuk dapat mencapai
keberhasilan atas kegiatan tersebut.
c.  Dengan berhasilnya melaksanakan kegiatan yang menantang, peserta didik
mendapatkan pengembangan kreativitas, percaya diri, keteguhan hati, keuletan
dalam usaha, pengetahuan dan pengalaman yang sangat mengesankan. Kegiatan
yang dapat mengembangkan aspek-aspek mental maupun  pisik sebagaimana

tersebut diatas, mengidentifikasikan bahwa kegiatan tersebut adalah kegiatan
yang mengandung pendidikan.
d.  Hal-hal apa yang menarik dan menantang bagi peserta didik tergantung pada
tingkat perkembangan jiwa dan usia peserta didik yang bersangkutan.
4.  Cara menyusun kegiatan yang menarik, menantang bagi peserta didik tergantung pada
tingkat perkembangan jiwa dan usia peserta didik yang bersangkutan.
a.  Pembina melibatkan peserta didik/Dewan satuan dalam menghimpun macam-
macam kegiatan yang diinginkan oleh peserta didik.
b.  Beserta peserta didik, Pembina mengelompokkan macam-macam kegiatan
tersebut menjadi kelompok-kelompok kegiatan yang sejenis.
c.  Peserta didik dengan didampingi/dibimbing Pembina menyusun program kegiatan
dengan memperhatikan :
-  skala prioritas.
-  Penyesuaian dengan waktu dan tempat
-  Pelaksanaan program kegiatan diselaraskan dengan kegiatan masyarakat
yang ada pada saat itu.
d.  Ketika program yang sudah ditetapkan tersebut akan  dilaksanakan, Pembina
mengajak para pemimpin Barung/Regu/Sangga, untuk berlatih bagaimana
melaksanakan kegiatan yang akan datang. Pada saat Pembina menggladi para
pemimpin tersebut, Pembina memilihkan/menentukan metode yang tepat dan
bagaimana cara melaksanakan dalam praktek yang praktis sehingga pada saat
melaksanakan kegiatan bersama rekan-rekannya, mereka dapat memberi petunjuk
tentang bagaimana melaksanakan kegiatan yang dihadapinya.

PENUTUP
♥  Kegiatan yang menarik dan menantang adalah kegiatan yang di mata kaum muda sangat
diminati, secara naluriah mereka kurang/tidak tertarik pada hal-hal yang monoton (itu-itu
saja) yang tidak memberikan tantangan pada mereka, karena masa remaja adalah masa
serba ingin tahu, masa ingin mencoba-coba, masa dimana mereka ingin merasakan
sendiri atas sesuatu yang menantang itu.
♥  Pembina pramuka harus dapat memberikan kegiatan yang menantang selaras dengan
perkembangan jiwa peserta didik, disamping itu Pembina hendaknya mempertimbangkan
keselamatan (safety) pada pelaksanaan kegiatan tersebut.
♥  Kegiatan yang menarik, menantang dengan melibatkan  langsung para peserta didik
dalam menyusun program kegiatan dan pelaksanaannya  akan membekali mereka untuk
hidup aktif, kreatif, ulet, tahan uji, percaya diri, bertanggung jawab, mandiri dan
memiliki keterampilan kepemimpinan, menejerial, bergaul, pisik dan keterampilan
bermasyarakat.
 Salam Pramuka !!

Sabtu, 12 Desember 2009

STRUKTUR SATUAN KARYA




TANDA KECAKAPAN UMUM

TANDA JABATAN UMUM PRAMUKA PENEGAK 
 Pada Pramuka Penegak, Hanya terdiri dari dua macam tingkatan yang akan ditempuh oleh pramuka Penegak dengan menyelesaikan ujian SKU (Syarat Kecakapan Umum). kedua tingkatan itu adalah :
Bantara 

Bantara menurut bahasa berarti Anak Raja, Utusan Raja, atau Prajurit. sedangkan menurut istilag Kepramukaan, Bantara merupakan tingkatan pertama di Pramuka Penegak yang telah menyelesaikan SKU Bantara dan dilantik sebagai Penegak Bantara.


Tingkatan yang kedua adalah Laksana, Laksana adalah Penegak Bantara yang telah menyelesaikan SKU Laksana dan telah dilantik sebagai Penegak Laksana. penegak Laksana ini setidaknya memiliki minimal satu macam Tanda Kecakapan Khusus (TKK) pada tingkatan Laksana ini, pengabdian kepada masyarakat harus semakin ditingkatkan dan di utamakan, selain itu diharuskan untuk meningkatkan keterampilan, kemampuan dan kecakapan untuk menempuh tingkatan khusus dan istimewa diatas Laksana yaitu Pramuka Garuda Penegak.


PELANTIKAN SENIOR SAKA BAKTI HUSADA


Kegiatan ini sebenarnya terselenggara pada bulan November,pada masa Dewan Saka 2008 – 2009, tetapi karena ada suatu hal, maka baru bisa di upload pada bulan Desember.


Kegiatan Pelantikan dan Pemantaban Senior Saka Bakti Husada adalah suatu kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh pengurus Dewan Saka bakti Husada Puskesmas Ngawi Kota, Kwartir Ranting Ngawi. Dan telah dikonsep serta dirumuskan dalam progam kerja Dewan Saka Bakti Husada masa bakti 2008 – 2009. Hanya saja pelaksanaan dari dua kegiatan ini sebenarnya didalam progam kerja terpisah. Tetapi karena keterbatasan waktu, maka kegiatan ini dilaksanakan secara bersamaan berdasarkan kebijakan ketua Dewan Saka.
Pada dasarnya, kegiatan Pelaksanaan Pelantikan dan Pemantaban Senior sebenarnya sederhana, namun bisa disesuaikan dengan kebijakan ketua panitia, ketua Dewan Saka dan Pamong Saka. Kegiatan pelantikan Senior secara garis besar terdiri dari Pembukaan, Penjelajahan, Penilaian dan tes materi – materi yang telah diberikan, tes mental dan fisik, lalu prosesi pelantikan.
Sedangkan untuk Pemantaban Senior secara garis besar adalah Pembukaan, Pemantaban materi dasar, pemantaban materi, pemantaban peserta, sharing lapangan dan organisasi serta prosesi pemantaban.
Namun untuk pelantikan dan pemantaban Senior tahun 2009 ini sangat berbeda dari angkatan sebelumnya. Kegiatan bisa dikatakan special dan berbeda. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada tanggal 7- 8 November 2009 hari Sabtu dan Minggu dan dilaksanakan dibumi perkemahan SDN II Kletekan, Jogorogo. Dan kegiatan ini merupakan prestasi yang cukup baik dari angakatan Dewan Saka 2008 – 2009.
Kegiatan ini diikuti oleh 5 orang pengurus Dewan Saka bakti Husada masa bakti Husada, dua puluh enam orang calon Senior SBH dan satu Pamong Saka. Kegiatan ini dimulai dengan pembukaan secara simbolis di SDN II Jogorogo oleh Ketua Dewan Saka masa bakti 2008 – 2009, Kak Khanang pukul 16.30. Dilanjutkan penjelajahan menuju ke SDN II Kletekan.
Dan inilah yang membedakan dari angakatan sebelumnya, di pos II, diadakan tes Syarat Kecakapan Khusus TKK Krida Saka bakti Husada oleh kak Radhit, koordinator bidang Kegiatan Operasional Dewan Saka Bakti Husada yang saat kegiatan ini ditunjuk sebagai Ketua Panitia oleh kak Khanang.
Sesampainya para peserta di SDN II Kletekan, acaranya adalah makan malam, istirahat dan sharing sebentar. tak lama setelah itu diadakan pembahasan Survival untuk besok paginya. kemudian acara menuju pulau mimpi sudah dimulai. Para peserta dan beberapa dari panitia tampak kecapekan, ini terlihat dari semakin cepatnya mereka tertidur.
Pukul 02.30 pagi diadakan prosesi pemantaban Senior dengan mengadakan renungan suci, renungan Masa Depan Saka kita dan renungan arti sebuah ikatan. Kemudian prosesi pemantaban dilanjutkan dengan tugas yang berat dan tes kebersamaan. Dilanjutkan dengan penyusunan sebuah kata – kata penyemangat dan pembangun kebersamaan yang dirangkai dalam satu ikatan. Dan semua prosesi itu dikukuhkan dalam sebuah prasasti kain lusuh yang ditandatangani oleh peserta yang datang dan diberi cap darah dari jari ketua Dewan Saka kita.
Pagi hari yang cerah, matahari bersinar dengan panasnya, acara survival dimulai. Para peserta mulai mendirikan dapur, memasak, dan menanak ketela. Ada yang memakan mie mentah, ada yang jajan. Tetapi kebersamaan dalam Survival tetap terjalin dengan baik karena malamnya mereka telah membentuk Ikatan yang suci. Yang ikatan itu telah diabadikan dalam sebuah lembaran.
Ada yang bercanda, berkejar – kejaran, narsis, ngobrol satu sama lain, ada juga yang asyik memasak sambil ngobrol organisasi, dan semua aktivitas berbaur jadi satu, tampaknya para kakak – kakak dewan Saka tidak mau ketinggalan mengikuti aktivitas mereka.
Beberapa jam kemudian ketela yang dimasak maupun dibakar telah matang. Semua yang hadir disana ikut berpesta dan menikmati makanan hasil survival itu. Baik kakak maupun adik kebersamaannya benar – benar erat sekali. Kita makan sama – sama, kenyang sama – sama dan asyik sama – sama.
Acara setelah itu adalah bakti sosial kepada masyarakat sebagai bentuk rasa kepeduian kita terhadap sesama. Bakti sosial dilaksanakan dengan membagi – bagi beras dan mie instan kepada penduduk sekitar SDN II Kletekan.
Acara setelah bakti sosial adalah Outbond, outbond karangan kak Khanang. Outbond sepak bola tetapi menggunakan bola pingpong. Cara memasukkan ke gawang lawan adalah dengan ditiup. Pemain saling meniup bola untuk memasukkan kegawang, pemain yang menjaga gawang menghalangi bola dengan tiupan agar tidak sampai masuk ke gawang. Acara ini sangat seru sekali dan sangat membuat kita tertawa.
Dan inilah yang sangat ditunggu – tungu. Acara upacara pelantikan Senior Saka yang berbeda dan yang merupakan upacara pelantikan yang sesungguhnya. Upacara Pelantikan ini dilaksanakan dengan disakralkan oleh ucap ulang janji berupa Trisatya dengan menyentuh Sang Merah Putih serta penyematan sleyer dan Pin SBH yang baru. Dan setelah upacara ini dilaksanakan prosesi pelantikan didekat sumber tirta alam dengan pencarian bola pingpong bertuliskan SBH disungai kecil dan semua peserta bisa mendapatkannya.
Akhirnya semua peserta telah dilantik sebagai Senior Saka Bakti Husada, kakak – kakak angkatan 2008 – 2009 mengucapkan selamat dengan semua saling bersalaman dan berbasah – basahan. Kakak – kakak berpesan untuk menjaga kebersamaan dan ikatan suci yang telah dibentuk. Jangan sampai runtuh, berpecah belah dan berantakan. Setelah prosesi pelantikan dilanjutkan dengan penutupan dan pulang kembali kerumah masing – masing. Acara ini berakhir pada hari Minggu, 8 November 2009 pukul 13.00 WIB.


ADIK – ADIK SENIOR, JAGALAH KEKOMPAKAN KALIAN, JAGA KERUKUNAN DAN KEBERSAMAAN KALIAN. JANGAN SAMPAI KALIAN BERCERAI - BERAI
SERTA JAGALAH IKATAN SUCI YANG TELAH TERBENTUK DAN DIKUKUHKAN DIANTARA KALIAN
KALIAN ADALAH YANG TERBAIK DAN KALIAN ADALAH PENERUS MASA DEPAN JADIKAN SAKA BAKTI HUSADA KITA INI LEBIH BAIK DAN LEBIH BERKUALITAS !
SEMANGAT ! SEMANGAT ! SEMANGAT !
SBH JAYA…SBH JOSS….!!!
SALAM SCOUT COMMUNITY HEALTH

Jumat, 11 Desember 2009

T ANDA PIMPINAN SATUAN TERKECIL SATUAN KARYA







Dikutip dari Keputusan Kwartir Nasional nomor 208 tahun 1988 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Tanda Jabatan Gerakan Pramuka, dengan berbagai perubahan khusus.
Tanda Pemimpin Krida dan Wakilnya
Tanda Koordinator Pemimpin Krida, Pemimpin Krida dan Wakilnya dibuat dari kain, berbentuk “Janur” (daun kelapa) berwarna Biru, tiap janur berukuran panjang 5 cm lebar 0,7 cm dan jarak tiap janur 0,5 cm.
Koordi nator Pemimpin Krida memakai tiga helai janur Biru.
Pemimpin Krida memakai dua helai janur Biru.
Wakil Pemimpin Krida memakai satu helai janur Biru.

ARTI KIASAN TANDA JABATAN
Tanda Pimpinan Satuan Terkecil
Tanda Pimpinan Satuan Terkecil (Krida) berbentuk janur, yang diambil dari kebiasaan bangsa Indonesia memberi tanda kepada petugas dengan daun kelapa (janur). Jadi janur mempunyai arti kiasan pengemban suatu tugas.